Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Salah Kaprah Menaruh Patung Gana - Ganesha di Aling-aling Pintu Gerbang, Jika Tidak Ingin Merasakan Kepanesan (Dikutip Dari Dharma Wecana Ida Pedanda Made Gunung)

Salah Kaprah Menaruh Patung Gana - Ganesha di Aling-aling Pintu Gerbang, Jika Tidak Ingin Merasakan Kepanesan (Dikutip Dari Dharma Wecana Ida Pedanda Made Gunung
Mari berbenah, tidak ada kata terlambat

Om Swastiyastu

Sebelum saya menulis lebih panjang, artikel ini adalah hasil dari kutipan Dharma Wecana almarhum, 'sugra' Ratu Ida Pedanda Made Gunung tentang kesalahan meletakan Patung Gana - Ganesha  di aling-aling atau pintu rumah, yang menyebabkan penguhuni rumah kepanesan (menimpa hal buruk). Artikel ini juga disertakan video Dharma Wecana Ida, silakan tonton nanti dibawah.

Mengenai Dewa Gana - Ganesha, Ida adalah Bhatara dan Anak Dewa Siwa, Ida bukan penjaga maupun security/satpam. Salah besar jika saudara Hindu yang meletakan Ida di aling-aling pintu gerbang. 

Menurut Ida Pedanda Made Gunung, Upakara/Banten untuk memuja Bhatara Gana - Ganesha di aling-aling pintu gerbang tidak ada, karena bukan disana tempatnya! Dan Ida juga menjelaskan, jika ada kematian, maka jenasah keluar dari rumah di gotong oleh masyarakat akan melewati patung Gana di bawahnya, itu yang akan menjadi kepanesan bagi penghuni rumah. 

Patung Gana -Ganesha Seharusnya dan Banten Upakara (Pemujaan Dewa Ganesha) 

Untuk menaruh patung Gana -Ganesha sebaiknya di tempat suci, seperti Merajan untuk upacaranya yang paling sederhana adalah canang sari, yang pastinya harus di ulapin dulu/ plaspas. 

Itulah cara memuja Dewa Gana - Ganesha agar kita tidak merasakan kepanesan (hal buruk yang menimpa kita dan keluarga) untuk lebih lanjut silakan tonton video Dharma Wecana Ida dibawah ini! 

Video di kutip dari Dharma Wecana Ida di Stasiun Bali Tv. Sebenarnya masih panjang...  yang menceritakan tentang ada saudara kita dari Gianyar sudah menaruh patung Gana -Ganesha di aling-aling rumahnya, yang menyebabkan keluarga dari bapak tersebut kepanesan, istrinya sakit terus menerus dan di rawat di rumah sakit, anaknya jatuh terus, setelah di peluaskan (ditanyakan ke orang pintar) bahwa patung Gana - Ganesha itu yang menyebabkan kepanesan keluarga Bapak, jawaban itupun selalu ada di setiap meluasan. 

Setelah sekian lama, Bapak itu Tangkil kehadapan Ida Pedanda Made Gunung, Ida pun menyuruh Bapak itu untuk memindahkan patung Gana - Ganesha ke Merajan di upacarakan dan memuja Ida Bhatara Gana di Merajan. Hal hasil keluarga Bapak tersebut kembali sehat. 

Jadi, intinya Patung Gana - Ganesha bukan tempatnya di aling-aling Pintu Gerbang, namun di tempat suci di Merajan. 

Post a Comment for "Salah Kaprah Menaruh Patung Gana - Ganesha di Aling-aling Pintu Gerbang, Jika Tidak Ingin Merasakan Kepanesan (Dikutip Dari Dharma Wecana Ida Pedanda Made Gunung)"