Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Misool, Kerajaan Terumbu Karang di Raja Ampat

Misool, Kerajaan Terumbu Karang di Raja Ampat
Lebih dari 70 persen jenis terumbu  karang penghuni perairan Raja Ampat, Papua Barat, tersebar di Misool

Di sela kegiatan penyelaman, peristirahatan yang berada tepat diatas laut menjadi pilihan favorit wisatawan mancanegara di Misool, Papua Barat.. (Titania Febrianti/National Geographic Indonesia) “Pagi Kakak!” “Haloo!” “Hai!” itulah sapaan anak-anak di Pulau Yapale, yang selalu diiringi tawa lebar setiap saya menyusuri pantai, melintas ke Kampung Harapan Jaya. Inilah salah satu dari ratusan pulau kecil yang tersebar di sekitar  Pulau Misool, kawasan Raja Ampat, Papua Barat.

Pulau Yapale terletak di arah Barat Daya Kota Sorong, sekitar tiga jam perjalanan dengan kapal cepat. Pulau Misool yang terletak di arah Utara Pulau Yapale sendiri bertetangga dengan pulau besar lainnya, yaitu Salawati, Batanta, juga Kepulauan Kofiau.

Penduduk Misool yang terdiri dari sekitar 5.000 jiwa menyebut Pulau Misool dengan nama Batanme. Di pulau ini dan sekitarnya, terdapat 13 kampung termasuk Harapan Jaya, yang tergabung dalam tiga distrik setingkat kecamatan yaitu Distrik Misool Timur, Misool Selatan, serta Misool Barat.

Misool adalah kawasan yang unik. Sebelum menjejakkan kaki di kawasan ini, saya berharap akan bertemu dengan masyarakat Papua asli.   Namun saya keliru. Letak geografis Misool yang berbatasan dengan Laut Seram membuat kawasaan ini dipenuhi oleh ragam budaya. Karena selain dari Papua sendiri, penduduk yang tinggal disini juga ada dari Maluku dan Sulawesi.

Misool, Kerajaan Terumbu Karang di Raja Ampat

Salah satu pondokan yang tersedia di Pulau Yapale adalah Harfat Jaya, milik Harun, salah seorang penduduk. Biaya penginapan berkisar Rp 350 ribu per malam termasuk tiga kali makan. Di kawasan Misool, wisatawan banyak pula yang menghabiskan waktu di sebuah penginapan yang dikelola oleh Andrew Miners, seorang berkebangsaan Inggris.

Raja Ampat yang terkenal dengan kemolekannya dan keanekaragaman hayatinya ini tentu saja jadi incaran para wisatawan dari berbagai belahan dunia. Saat saya baru mendarat di Bandara Eduard Domine Osok, pengemudi memberitahu saya bahwa ini adalah peak season (musim rame) penyelaman. Beberapa hari lalu, sekitar 300 wisatawan asing baru saja mulai penyelaman di Raja Ampat, ujarnya.

Misool Timur Selatan adalah Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) yang memiliki luas  266.000 hektare. Menurut data dari The Nature Conservancy Indonesia, diseluruh jenis terumbu karang di perairan Raja Ampat yang jumlahnya 553 jenis, 387 jenis antaranya bisa ditemukan di sini.

“Salah satu spot diving terbaik adalah di daerah Wagmab dan Pulau Jef Pele atau dive spot Kaleidoskop”, ujar Dwi Aryo Handono, Bird Head Seascape Communication Coordinator TNC.  

Sayangnya kawasan ini rawan terhadap ancaman. Karena letaknya  yang terpencil, pelaku yang justru datang dari luar daerah Misool biasanya menggunakan bom serta potasium untuk memanen ikan di perairan ini.

Post a Comment for "Misool, Kerajaan Terumbu Karang di Raja Ampat"