Tempat-Tempat Bersejarah dan Situs Arkeologi di Bali
Rekreasi sambil mempelajari sejarah bisa menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Tak hanya pikiran menjadi refresh, kita juga bisa mendapatkan tambahan ilmu. Jika Anda ingin merasakan sensasi berlibur sambil belajar, Bali bisa menjadi destinasi wisata pilihan.
Ada banyak tempat-tempat bersejarah dan situs arkeologi di Bali yang bisa Anda jadikan destinasi wisata untuk liburan. Tak hanya indah, tempat-tempat bersejarah dan situs arkeologi di Bali juga menyimpan banyak cerita menarik.
Tempat wisata dan situs arkeologi di Bali
Nah, apakah Anda tertarik untuk berwisata dan belajar sejarah? Di Bali ada banyak tempat bersejarah dan situs arkeologi yang bisa Anda jadikan destinasi. Berikut tempat-tempat bersejarah dan situs arkeologi di Bali:
1. Lapangan Puputan Margarana
Lapangan Puputan Margarana adalah tempat yang menyimpan sejarah penting di Bali. Tempat bersejarah ini berlokasi di Denpasar dan telah menjadi kebanggaan masyarakat Bali.
Lapangan ini dibangun pada tahun 1983 dan diresmikan pada tahun 2003. Pembangunan lapangan ini bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur melawan penjajah.
Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di lapangan ini, mulai dari berolahraga hingga duduk bersantai. Anda juga bisa menyaksikan pertunjukan seni budaya yang sering digelar di lapangan ini.
2. Pura Besakih
Pura Besakih berlokasi di Desa Besakih, Kabupaten Karangasem. Keberadaan pura ini diketahui dari catatan prasasti di tahun 1007 M. Luas tanah pura ini mencapai 20 hektar dan dilengkapi dengan 46 pura besar dan kecil.
Pura ini memiliki tiga bangunan utama, yakni pura penataran Agung yang dipersembahkan untuk Sang Hyang Widhi Wasa, Pura Kiduling Kreteg yang dipersembahkan untuk Brahma, dan Pura Batu Madeg yang dipersembahkan untuk Wisnu.
Tiket Masuk Pura Besakih hanya sekitar Rp 30.000 saja. Saat berkunjung, Anda bisa berburu foto instagenic. Tempat ini terbuka 24 jam untuk masyarakat yang ingin beribadah.
3. Pura Penataran Sasih
Daftar tempat-tempat bersejarah dan situs arkeologi di Bali yang tak boleh lupa Anda kunjungi adalah Pura Penataran Sasih. Pura Penataran berlokasi di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar.
Tempat ini menyimpan banyak peninggalan bersejarah. Salah satu peninggalan terkenal adalah nekara pejeng yang dipercaya masyarakat setempat sebagai bulan yang jatuh ke bumi.
Anda juga bisa menemukan situs arkeologi, seperti arca Dwarapala, lingga yoni, arca Ganesa, arca Dwarapala, dan berbagai peninggalan lainnya. Tiket masuk Pura Penataran hanya sekitar Rp 10.000.
4. Prasasti Blanjong
Prasti Blanjong juga menjadi salah satu tempat-tempat bersejarah dan situs arkeologi di Bali yang sangat terkenal. Prasasti Blanjong berada di Pura Blanjong, Desa Sanur Kauh, Denpasar. Prasasti ini dibuat oleh Raja Sri Kesari. Bentuk huruf yang digunakan pada prasasti ini mirip dengan prasasti yang ada di Candi Kalasan, Jawa Tengah.
Prasasti Blanjong terbuat dari batu padas berukuran 177 cm dengan garis tengah 62 cm. Tulisan pada prasasti ini menggunakan bahasa Bali kuno dan bahasa Sansekerta, yang menunjukan kemahiran masyarakat saat ini. Isi prasasti menceritakan tentang kekuasaan rasa dan kutukan untuk orang yang melanggar isi prasasti.
5. Candi Tebing Tegallinggah
Candi Tebing Tegallinggah berada di Desa Bedulu, Gianyar, Awalnya, candi ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala Belanda, Krisjman. Candi ini dipahat langsung pada tebing sehingga menimbulkan keunikan tersendiri.
Candi ini juga memiliki tiga lingga yang menggambarkan trimurti, yakni sosok Dewa Siwa, Brahma, dan Wisnu. Sayangnya, ada beberapa bagunan candi yang sudah runtuh karena gempa dan pembangunan yang memang belum selesai.
6. Goa Gajah
Tempat-tempat bersejarah dan situs arkeologi di Bali berikutnya yang wajib Anda kunjungi juga berada di Desa Bedulu, Gianyar. Nama Goa Gajah sendiri berasal dari kata “Lwa Gajah” yang bernama sungai dan gajah. Lwa Gajah juga diartikan sebagai tempat pertapaan biksu.
Keunikan Goa Gajah terletak pada keberadaan patung widyadara dan widyadari yang menyimbolkan tujuh sungai di India. Tempat ini juga memiliki ceruk yang dulunya digunakan sebagai tempat bertapa.
Itulah tempat-tempat bersejarah di situs arkeologi di Bali yang bisa Anda kunjungi. Selain berwisata, mengunjungi tempat tersebut juga akan memberikan Anda pengetahuan baru.
