Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan menyingkat Om Swastiastu menjadi OSA, Ini Alasannya


Om Swastiastu sudah sering kita dengar, terutama ketika bertemu dengan saudara seagama. Om Swastiastu dewasa ini seringkali disingkat menjadi OSA, terutama dalam pesan singkat di sosial media. Tahukah, bahwa Om Swastiastu adalah mantra luar biasa? Apabila mantra tersebut disingkat, segala kekuatan di dalamnya akan hilang.

Pertama, mari uraikan makna Om Swastiastu. Om (ॐ) adalah aksara suci nan istimewa. Dalam Aksara Dewanagari, aksara yang digunakan dalam Weda Sruti dan Weda lainnya, ॐ memiliki keistimewaan. Aksara ॐ dibaca sebagai OM, tetapi penulisannya adalah A,U,M tetapi digabungkan menjadi satu. Aksara Dewanagari, memiliki huruf vokal yang bisa di tulis sendiri yaitu A, I, U, E, O dan aksara lain seperti Na, Ma, Si, Wa, Ya dan lainnya. Yang terikat oleh aturan. Sedangkan aksara ॐ ditulis khusus, bukan di tulis menjadi 2 huruf OM atau 3 huruf A,U,M, melainkan ॐ.

Om adalah aksara suci yang melambangkan Tuhan. A melambangkan Ang, Brahma. U melambangkan Ung, Wisnu. M melambangkan Mang, Siwa. Om melambangkan Tuhan, itulah mengapa setiap mantra selalu diawali oleh Om.

Swasti berasal dari kata Su yang artinya baik, Asti artinya berada/keberadaan/keadaan. Ketika digabungkan, Swasti artinya berada dalam kondisi baik.  Dan Astu artinya semoga.
Om Swastiastu artinya Aku memohon kepada Tuhan, semoga seisi dunia berada dalam keadaan yang baik. Om Swastiastu erat kaitannya dengan Swastika, lambang keseimbangan dunia. Alam semesta, diciptakan dengan keseimbangan yang luar biasa, planet bergerak sesuai orbitnya, langit dilukiskan dengan indah dan sempurna, semesta digerakan oleh kekuatanNya.

Om Swastiastu mendoakan seluruh alam semesta berada dalam keadaan yang baik. Mulailah hari dengan Om Swastiastu. Sebab Tuhan akan menyelamatkanmu.

Jangan menyingkat Om Swastiastu menjadi OSA. Sebab kekuatan yang berada di dalamnya akan hilang. Bila ada yang mengatakan OSA, bacalah sebagai Om Swastiastu. Semoga bermanfaat.