https://www.effectivegatecpm.com/abyzmvm3a7?key=34e909d2a4b0c29f9b47231e352a10aa Upacara Melasti: Tujuan dan Makna Pembersihan Jiwa dan Alam di Pulau Bali - Payana Dewa
Notifikasi

Loading…

Upacara Melasti: Tujuan dan Makna Pembersihan Jiwa dan Alam di Pulau Bali

Kekayaan dan beragamnya tradisi, spiritual serta kehidupan budaya di Bali menjadikannya pulau yang paling unik untuk ditelisik lebih jauh lagi. Pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alamnya namun juga menyimpan begitu banyak keunikan dari berbagai aspek lainnya dan menciptakan identitas yang begitu unik dan istimewa.

Jika kamu sedang berkunjung ke Bali, kamu harus menyaksikan kekayaan spiritual yang ada di Pulau Dewata ini, salah satunya adalah Upacara Melasti. Upacara Melasti merupakan upacara penyucian diri dan alam semesta bagi umat Hindu di Bali.

Yuk, simak lebih lanjut pembahasan artikel ini untuk mengetahui bagaimana keindahan dan uniknya tradisi Upacara Melasti ini!

Makna Upacara Melasti di Bali

upacara melasti bali

Bagi umat Hindu, Melasti dianggap sebagai upacara pesucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi atau Tahun Baru Saka. Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka merupakan sebuah hal yang penting bagi umat Hindu. Hal ini dikarenakan Tahun Baru Saka akan menjadi kesempatan bagi umat Hindu dalam memulai kembali kehidupan dengan hati yang suci. Melalu upacara Melasti ini, umat Hindu bisa mengevaluasi perncapaian kehidupan yang dijalani selama satu tahun lalu dan merencanakan kembali pencapaian untuk satu tahun yang akan datang.

Upacara Melasti ini merupakan upacara untuk menyucikan diri, alam serta menghanyutkan kotoran alam (pikiran, perkataan, perbuatan) menggunakan air kehidupan. Dalam hal ini, air kehidupan bagi kepercayaan Hindu yaitu sumber air seperti danau, sungai maupun laut. Sumber air ini dianggap sebagai asal tirta amerta atau air kehidupan.

Pelaksanaan Upacara Melasti dilakukan di sumber air kehidupan seperti danau maupun laut karena sumber air tersebut memberikan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup, terutama manusia. Oleh karena itu, Upacara Melasti ini mencerminkan akan sebuah kesadaran akan pentingnya menjaga kesucian alam dan menjalani kehidupan yang seimbang satu sama lainnya.

Tujuan Upacara Melasti Bagi Masyarakat Bali

Tujuan dilaksanakannya Upacara Melasti ini bagi umat Hindu di Bali adalah untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan kekuatan dan keselamatan dalam melaksanakan rangkaian hari Raya Nyepi. Selain itu, Upacar Melasti ini bertujuan untuk memotivasi dan meningkatkan kesadaran diri umat Hindu dalam melestarikan alam dan lingkungan dari pengaruh jahat atau negatif. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan manusia untuk tidak merusak alam yaitu sumber air, tanah, udara dan lainnya.

Dalam Lontar Sundarigama dan Sang Hyang Aji Swamandala, upacara Melasti ini meninggalkan empat pesan untuk umat Hindu, yaitu:

  1. Peningkatan umat Hindu agar terus berbakti kepada Tuhan
  2. Peningkatan bakti tersebut dalam membangun kepedulian agar bisa melakukan pengentasan masalah hidup dalam masyarakat
  3. Menguatkan diri dengan membersihkan diri dari kotoran rohani sehingga menciptakan rasa dan sikap peduli antar sesama
  4. Menjaga kelestarian alam

Pelaksanaan Upacara Melasti yang Begitu Menarik di Bali

Upacara Melasti diadakan sebelum hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka datang, lebih tepatnya Upacara Melasti diadakan pada dua hingga empat hari menjelang hari Raya Nyepi. Setiap daerah yang ada di Bali, waktu melaksanakan Upacara Melasti berbeda-beda. Hal ini dikarenakan untuk menjaga ketertiban pelaksanaan Upacara Melasti agar tidak bertabrakan dalam setiap pelaksanaannya untuk menuju ke sumber mata air sehingga menciptakan suasana yang khidmat dan sakral. Sehingga kamu pada saat hari keempat hingga kedua menjelang hari Raya Nyepi, bisa menyaksikan momen yang tidak terlupakan melihat arak-arakan masyarakat Hindu Bali dijalanan dengan memakai pakaian adat sembahyangan yang akan datang silih berganti.

Di Bali, Upacara Melasti dilaksanakan dengan prosesi setiap kelompok yang berasal dari suatu wilayah yang sama mengusung atau per-arakan Pralingga atau Pratima Ida Bhata, arca, prasasti dan segala perlengkapan sarana upacara lainnya dengan hati yang tulus dan khidmat menuju sumber mata air yang dianggap suci seperti laut maupun danau. FYI buat kamu, sumber mata air ini digunakan sesuai dengan letak geografis wilayah masyarakat Hindu di Bali, jika memungkinkan ke laut maka lebih dianjurkan untuk melaksanakan di laut. Namun, jika masyarakat Bali jauh dan tidak memungkinkan untuk ke laut, maka dilaksanakan di danau. Laut bagi agama Hindu dianggap sebagai tempat suci dan berlabuhnya semua air yang ada di bumi ini sehingga air laut menjadi media suci bagi umat Hindu.

Selain membawa pratima, arca, prasasti dan perlengkapan upacara lainnya, setiap anggota yang hadir menyiapkan dan membawa sesajenan/banten sesuai dengan kemampuan diri masing-masing. Sesajenan dan perlengkapan upacara lainnya akan diletakan disebuah meja yang membelakangi laut atau danau.

Seluruh anggota kelompok kemudian duduk bersila dan menghadap ke arah meja yang berisi perlengkapan upacara dan sesajenan tersebut sekaligus menghadap kepada sumber air kehidupan. Pemuka agama akan memimpin jalannya prosesi upacara dan berkeliling sambil memercikan air suci tersebut kepada seluruh anggoa masyarakat yang hadir dan perangkat upacara yang telah dibawa. Selanjutnya menebarkan asap dupa sebagai wujud dari persucian.

Setelah itum dilakukan ritual persembahyangan oleh seluruh kelompok dan pemuka agama memberikan air suci untuk diminum dan bija (beras yang dibasahi air suci) akan dibubuhi ke dahi setiap anggota yang datang. Selepas itu, perlengkapan upacara akan diarak kembali ke pura oleh kelompok tersebut dengan menjaga kesakralannya.

Post a Comment