https://www.effectivegatecpm.com/abyzmvm3a7?key=34e909d2a4b0c29f9b47231e352a10aa Makare-Kare di Bali: Perpaduan Eksotis Antara Taktik Pedang dan Pesona Kesenian Bali - Payana Dewa
Notifikasi

Loading…

Makare-Kare di Bali: Perpaduan Eksotis Antara Taktik Pedang dan Pesona Kesenian Bali

 Kehidupan Bali tidak akan lepas dari budaya, tradisi dan kesenian yang diikat dalam spiritual. Hal tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Oleh karena itu, Bali akan menjadi salah satu pulau tercantik dengan segala kekayaan yang ada di dalamnya sehingga menarik minat para wisatawan dalam menikmati keindahan penuh pesonanya.

Salah satu keunikan yang ada di Bali terletak di Desa Tenganan Pegringsingan yaitu Tradisi Makare-Kare atau lebih dikenal dengan sebutan “Perang Pandan”. Tradisi ini tentu saja memiliki makna dan filosofi tertentu yang menggambarkan begitu indahnya kesenian Bali ini.

Pembahasan kali ini akan membuka setiap makna dan pelaksanaan Makare-Kare yang penuh pesona untuk bisa menambah wawasan kamu seputar Bali. Untuk itu, simak lebih lanjut pembahasan berikut!

Pemahaman Tradisi Makare-Kare di Bali

Makare-Kare di Bali

Makare-Kare berasal dari kata “Kale” yang memiliki makna yaitu Perang. Maka dari makna tersebut dapat dijelaskan bahwa Makare-Kare merupakan tradisi berupa kegiatan perang dengan mempergunakan senjata daun pandan berduri dan tamyang sebagai perisai, dimana pandan tersebut dipakai untuk menggores lawan pada saat melakukan perang. Tradisi ini dikenal dari Desa Tenganan, Kabupaten Karangsem, Bali. Desa ini menjadi desa tradisonal karena mampu mempertahan tradisi yang diwariskan oleh leluhur mereka.

Uniknya, dalam pelaksanaan Makare-Kare, senjata yang digunakan yaitu pandan berduri dan sebuah tamyang yang akan menjadi perisai. Tradisi ini tidak menentukan siapa yang kalah dan menang, bahkan luka atau goresan akibat dari daun pandan yang berduri itu, baik diobati atau tidak juga tidak akan menimbulkan infeksi atau permasalahan lainnya yang lebih serius. Hal ini bermakna bahwa setiap sesama peserta tidak akan ada dendam.

Tradisi Makare-Kare ini bersifat sakral dan harus dijaga akan kelestariannya. Hal ini jelas ditunjukkan dengan pelaksanaan tradisi Makare-Kare ini pada persiapan dan pembuatan sarana dan prasarana untuk Makare-Kare wisatawan atau orang luar dari masyarakat Desa Tenganan dilarang mengikutinya. Namun, untuk hari kedua, para wisatawan asing maupun lokal diperbolehkan dalam mengikuti Tradisi Makare-Kare ini

Makna dan Filosofi Makare-Kare Bali

Tradisi Makare-Kare ini merupakan sebuah penghormatan kepada Dewa Indra yang dipercayai oleh masyarakat sebagai dewa tertinggi yang ada di Desa Tenganan sebagai pemberi anugerah tanah yang begitu luas untuk ditempati masyarakat sekitar.

Makare-Kare menjadi sebuah tradisi dalam bentuk persembahan dan penghormatan masyarakat Desa Tenganan kepada leluhur dan juga Dewa Indra yang berwujud dalam melawan Maya Denawa, seorang raja yang sewenang-wenang kepada masyarakatnya.

Makare-Kare dianggap akan mendatangkan kebaikan, kemakmuran, kesejahteraan dan kesuburan bagi Desa Tenganan. Selain itu,  Makare-Kare bertujuan untuk menguji ketabahan dan keberanian bagi warga dan masyarakat Tenganan sebagai wujud dari rasa persatuan dan solidaritas.

Waktu Pelaksanaan Makare-Kare Bali

Tradisi Makare-Kare akan dilaksanakan pada sasih kelima pada perhitungan kalender khusus Desa Tenganan Peringsingan. Makare-Kare dilaksanakan sebanyak empat kali ditempat yang berbeda-beda sesuai yang telah ditetapkan.

Uniknya, tradisi Makare-Kare harus tetap dilaksanakan dan tidak boleh dimundurkan atau dimajukan jadwalnya. Hal ini diartikan sebagai suatu keharusan dalam pelaksanaannya. Jika tradisi ini tidak sesuai jadwal kalaendernya, masyarakat Tenganan percaya bahwa hal tersebut akan menimbulkan wabah penyakit bagi masyarakat sekitar.

Pelaksanaan Makae-Kare Bali

Penyambutan perayaan Makare-Kare ini dilaksanakan pada sasih kelima sesuai dengan kalender masyarakat Tenganan yang akan dilaksanakan di empat tempat yang berbeda yaitu Bale Agung, kemudian di depan Bale Patemu Kelod, selanjutnya di depan Bale Patemu Kaje, dan yang terakhir di depan Bale Patemu Tengah. Mekare -Kare yang paling besar dan meriah itu dilaksanakan di depan Bale Patemu Tengah. Meriahnya Makare-Kare di Bale Patemu Tengah ini dikarenakan adanya sebuah panggung besar ditengah yang akan menampilkan Makare-Kare sehingga seluruh masyarakat dan wisatawan dari luar maupun lokal dapat menyaksikan dengan seksama.

Pelaksanaan Makare-Kare ini dilakukan oleh anak-anak, dewasa bahkan orang tua. Peraturannya adalah anak dengan anak, dewasa dengan dewasa dan orang tua dengan orang tua. Hal ini dimaknai sebagai adilnya dalam mencari lawan yang sesuai nantinya.

Tradisi Makare-Kare ini dimulai dengan ritual permohonan keselamatan dan menuangkan tuak serta pemberian isyarat resmi oleh pemimpin adat desa Tenganan. Setelah itu, wasit yang mengatur jalannya Makare-Kare ini akan memberikan sebuah aba-aba yang akan menandakan bahwa peserta akan saling menyerang dengan daun panda berduri dan sebuah tamyang yang akan menjadi perisai. Pertarungan ini akan diiringi oleh musik gamelan khas Bali yang menjadi latar belakang unik. Aturan dalam pertarungan perang ini bahwa peserta tidak diperkenankan melukai wajah, membawa senjata tajam, menjatuhkan lawan ke tanah bahkan memakai baju.

Seiring berjalannya waktu dan penuh sorai dari masyarakat, lebih dari satu menit wasit akan menghentikan pertandingan untuk memberikan kesempatan kepada peserta lain, begitu seterusnya hingga seluruh peserta mendapatkan bagian dan meninggalkan medan pertempuran dengan luka-luka akibat duri daun pandan yang memenuhi tubuh mereka.

Sehingga, dengan luka tersebut, para peserta akan diolesi ramuan tradisional dari parutan kunyit dan lengkuas serta minyak kelapa yang akan mengobati luka-luka tersebut. Setelah pengobatan selesai, maka acara selanjutnya adalah makan bersama atau Magibung yang telah disediakan dengan lauk pauk yang menggugah selera.

Begitu unik dan penuh pesona bukan tradiri Makare-Kare yang ada di Desa Tenganan ini? Makare-Kare membawa kita menyelami kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Bali yang penuh dengan nilai dan kearifan lokal. Sehingga kamu patut untuk ikut menonton pertunjukan Makare-Kare ini saat berlibur di Bali.

Post a Comment