Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Orang Hindu Makan Daging Anjing dan Kucing, Ini Bahayanya dan Ini Cara Mengatasinya


Haywa mamukti menyanyikan sujana kasta picita tilaren. Mencari cari rahu wahya ri dalem aparek, Lwirnika kasta mangsa musika cregala wiyung ula Krimi kawat makadinika papara hilangaken ”. (Niti Sastra sloka 12)

Berarti:

Orang baik-baik tidak boleh makan daging yang tidak suci. Ia harus menjauhi segala yang mengotorkan badan dan segala yang mendekatkan seteru lahir batin. Daging Tikus, Anjing, Katak, Ular, Ulat dan Cacing. Semua itu makanan terlarang, sebab itu elakkan.

Peraturan tentang makanan bagi pemeluk Hindu, selain dalam Niti Sastra, juga ada di Manawa Dharmasastra, Buku kedatangan (Atha Pancamo Dhyayah). Pada garis batas pemeluk Hindu tidak diizinkan makan makanan yang terlarang, karena akan berakibat tidak suci dan disetujui pendek.

Asu bang bungkem adalah anjing dengan bulu tubuh berwarna krem ​​dan moncongnya berwarna hitam. Digunakan dalam upacara pecundang bagi pemeluk Hindu di Bali. Segala jenis caru yang ditawarkan antara lain untuk “nyomia bhuta” yaitu menghilangkan hal-hal negatif yang berlawanan dengan tri hita karana, menuju ke hal-hal positif.

Sesajen untuk bhuta tidak dimakan karena manusia adalah mahluk yang berderajat paling tinggi dalam pandangan ke-Tuhanan Hindu. Disamping itu, daging anjing adalah jenis yang dikeluarkan dimakan sesuai Manawa Dharmasastra tersebut diatas karena anjing makanannya kotor.

Kucing adalah hewan yang makanannya kotor, misalkan kompilasi menghasilkan ia menjilat dan diproses plasenta. Daging kera juga tidak boleh dimakan karena Kera adalah hewan yang berjari lima. Memakan binatang kodok / katak dan tikus dalam Parasara Dharmasastra XI.12. Karena itu, jika Anda ingin mengeluarkan kesucian dan menghabiskan panjang, hati-hatilah tentang sesuatu yang istimewa, pikiran, kesehatan lahir-bathin. Kutipan dari Atharva Veda XV.14.24: Brahmana annadena annam atti. Artinya: Dia memilih makanannya dengan hati-hati dan kemudian dia mengumpulkannya.

Bila terlanjur meminjamkan sesuatu yang dikeluarkan, pemeluk Hindu harus melakukan puasa yang disebut Kricchara selama sehari setiap bulan purnama.