Kuningan Kesempurnaan Karma dan Kebenaran

Dharma Upacara Kuningan

AUM AWIGHNAM ASTU NAMO SIDHAM KUNINGAN KESEMPURNAAN DHARMA KEBENARAN 

Perjalanan umat manusia tak pernah henti berjalan terus menyusuri Sang waktu pekat kelam muncul timbul tenggelam ... Sarat penuh makna mengarungi hamparan suka dan duka menghitung lambaian tangan memukau menyambut Sang waktu. Entah disadari atau tidak klimaks perjuangan hidup ini bagaikan putaran CAKRA SUDARSANA KRISHNA menggelinding merecord benar salah baik buruk menjadi Kharma dari hukum sebab akibat yg didalilkan.

Diakui atau tidak Kebenaran tetap ditegakkan bukan perkara siap atau tidak kita haruslah mengakui tiba saatnya keabsahanya mewakili kata hati dari sekumpulan insan manusia bahwa harus diakui siapapun dia Tirani kehidupan adalah suatu yg mutlak dan patut diakui saatnya akan memberikan bayangan hasil yg sudah pasti  adakah waktu dan kesempatan berkelit walau kemampuan kita merasa tak kan pernah usang? Patut diakui dimanapun kita berpijak tak ada sejengkal pun luput dari kekuasaanNya . ibarat kita bisa melewatinya disaat semua sudah tiba Sang waktu akan menutup semua cita dan perjuangan kita. Sungguh tiada alasan kita hanya kepadaNya lah proses ini berlangsung dan kita tak pernah tau karena lilitan Sang cakra sudarsana menghabiskan tali kuncinya sampai habis hambanya tak berkutik . 

Ajaran yg paling dibenarkan atas Nya adalah perjalanan fase waktu yg menghantarkan kita yg mengerti sementara waktu. Dimanakah sesungguhnya dia yg paling benar diakui kebenaranya? Berbagai kemampuaNya belum mampu kita menolaknya hanya karena kasihNya semuanya bisa ditawar untuk mengurangi kesalahan yg perlu pengampunan. Kepastian yang didapat memerlukan pengakuan yang abadi bilamana belum dianggap sempurna. Sungguh mulianya perjuangan ini yg tak pernah henti mengais memilah dari kepribadian seorang anak Tuhan yang berakhlak mulia. Perlu waktu sangat panjang untuk meniti ibarat secangkir gula dan kopi bila telat mengaduknya ibarat ampas yang akan membuat hidup ini sia dan sia. 

Manusia dapat kesempatan paling longgar diantara makhluk lainya. Adakah waktu tanpa berharga yang harus sia-sia lewat begitu saja? Mungkin kita perlu banyak cara yang mampu dan jitu meretas bayangan kelam akhir dari sebuah karma yang tentu membuahkan hasil yang baik walau belum sempurna. Diyakini atau tidak sisa sang waktu ini tetap akan mencatat SANCITHA KARMA WASANA yang akan berbuah manis bila waktu yang masih tersisa kita menimbun segumpal ke arah perbaikan. Sungguh mulianya dilahirkan sebagai manusia tanpa cela tanpa cacat yang lebih leluasa berbuat untuk berlomba atas nama kebaikan. 

Ada satu ajakan mulia bila kita mengakui hidup ini tidaklah berasa apa-apa, kosong bagaikan kentongan suara kental bergema saatnya menjauh suara nyaring kosong ditelan waktu. Sungguh mulianya harapan ini kita lalui tanpa batas yang akhirnya menghantarkan konsekuensi kehidupan ini yg membawa berkah terekam dari puncaknya volume kharma yang tidak pernah lepas ..... Satu perwujudan kata suci dan mulia berakhir untuk menatap proses sesungguhnya kita tidak pernah sadar untuk apa sesungguhnya jalan hidup yang kita cari semuanya memiliki Rekaman pasti yang akan menghantarkan puncak karma wasana yang kita torehkan .... 

Dumogi tujuan kesempurnaan hidup lahir mencapai MOKSARTHAM JAGADHITA YA CA ITI DHARMAH benar memberi inspirasi dari semua jalan terjal yg sdh kita lewati ..... AWIGHNAM ASTU.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kuningan Kesempurnaan Karma dan Kebenaran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel