Saudara kandungmu Sangat Penting Dalam Hidupmu, Jangan Sekali Melupakan Itu

Saudara kandungmu Sangat Penting Dalam Hidupmu, Jangan Sekali Melupakan Itu

Bukanlah sebuah kebetulan ketika kita memiliki saudara kandung entah itu kakak atau adik. Kehadiran mereka sebetulnya memberikan banyak sekali warna dalam hidup kita. Tidak hanya ketika kita masih kecil, namun juga saat sudah dewasa. Dan alangkah lebih manis lagi, ketika kita bisa menua bersama mereka Mengapa hubungan yang sehat dengan saudara kandung sangat penting dalam kehidupan kita?.

Payanadewa.com menyebutkan setidaknya ada tiga alasan:

Yang Pertama mungkin kebanyakan teman akan datang dan pergi silih berganti, namun saudara kandung adalah sahabat yang tidak akan pergi.

Tentang hubungan bersaudara dapat dikatakan sebagai salah satu hubungan terpanjang yang dapat dimiliki manusia.

Dan yang kedua hubungan saudara tidak dibuat-buat dan selalu apa adanya.

Karena memang kita bertumbuh bersama mereka, dengan orangtua, kenangan, dan pengalaman yang sama.

Dan yang ketiga ialah hubungan dengan saudara kandung adalah hubungan yang unik, yang tidak kita temukan dalam hubungan lain.

Nah, Lalu bagaimana caranya menjalin hubungan yang sehat dengan saudara kandung kita?

  • Jangan biarkan pikiran negatif merasuki hubungan bersaudara
  • Jalinlah komunikasi yang intens dengan saudara kandung. 
  • Belajarlah untuk terbuka dan selalu saling berbagi dengan mereka. 
  • Beradu pendapat boleh, namun jangan sampai saling menyakiti hati.
  • Ketika sudah disibukkan dengan kesibukan masing-masing, jangan pernah lupakan keadaan saudaramu.

Kita tetap saudara walaupun seburuk apapun saudara kita, dia tetap darah daging kita, Sehina hina Saudara Dia tetap keluarga terdekat kita, sejahat jahat saudara dia tetap dikandungkan dari perut yang sama dan benih yg sama.

Jaganlah selalu lihat keburukan Saudara sehingga lupa akan kebaikan nya karna Saudara tetap Saudara cuma dilahirkan berlainan nasib dalam hidupnya. Ada yg susah ada yg senang, Janganlah kita bangga sekiranya kita lebih baik dari Saudara yg lain karna suatu hari nanti semua akan berbalik.

Janganlah kita angkuh dan sombong kepada Saudara yg kurang bernasib baik karna mereka yg akan menolong kita dgn susah payah satu hari nanti tanpa kita sangka.

Jangan terlalu berkira akan harta dan uang yg kita ada kerana harta dan duit takkan kekal selamanya.

Coba renungkan, pernakah kita terpikir siapa yg angkat jenazah kita kelak ???
Coba kita terpikirkan siapa keluarga terdekat kita yg akan membungkus mayat kita kelak?
Saudara kita sejahat jahatnya manapun Dia, Dia takkan jijik menyentuh mayat walaupun Dia hina buruk dan jahat dimata kita..

Janganlah terlalu benci akan Saudara karna Saudara tetap Saudara. Berkatnya rezeki dari tali persaudaraan saudara.


Semoga kita ingat akan siapa diri kita, kita hanya hamba yg hina di mata Tuhan Semoga kita dilembutkan hatinya dari perasaan benci kepada sesama Saudara sesama Tetangga. maupun dengan sesama manusia lainnya. 

5 Responses to "Saudara kandungmu Sangat Penting Dalam Hidupmu, Jangan Sekali Melupakan Itu"

  1. Bener banget, selain hubungan orang tua dan anak, hubungan antar saudara juga sangat penting dan perlu selalu dirawat. Betapapun sering berantem sama saudara ya tetep aja mereka yg paling di sayang di prioritaskan. Jadi kangen adik-adikku. Nice share Kak!

    ReplyDelete
  2. Saya saudara bertiga anak ke 2 tp dr kecil umur 2 bulan sudah di titipkan sm tante di kota lain. Smpk umur 8 taon. Dan ketika 8 taon kemudian berkumpul dengan orang tua dan sodara kandung seperti terasing di negri sendiri.

    ReplyDelete
  3. Saya 8 bersaudara kandung, Bagimana kita menghapi saudara kandung kita yang sering gosip kita dan malas bekerja juga hidupnya hanya tergantung kepada orang lain?

    ReplyDelete
  4. Kadang saya rindu dengan sosok kakak laki2 saya yg dulu sangat dekat dengan saya. Begitu sayang dg saya.
    Ketika dia menikah semua berubah. Termasuk sikap dia yg dl sangat perhatian berubah menjadi paling suka meremehkan. Sikap dia dulu yg sayang berubah menjadi benci dengan saya.
    Sikap dia dulu yang sopan dan pengertian berubah menjadi angkuh.
    Apalagi kala itu saya masih terbilang masih miskin tdk punya apa2 (karena umur msh 20th dan kuliah sambil kerja)
    Akhrnya sampai saya memiliki suatu usaha yg dimana modal pas2an. Saya dihina, diremehkan dan kadang menyakiti hati saya.
    3th tdk ada komunikasi. Hidup saya pun berubah. Usaha kecil yg didirikan dengan keringat sendiri berubah menjadi perusahaan yg trbilang lumayan penghasilannya sehingga saya bisa membeli apa yang saya inginkan. Dan usaha yg kakak saya lakoni malah (dengar2) mengalami kerugian dan drastis bisa dianggap hampir collapse.
    Tetapi sifat angkuhnya tetap tinggi menghina apa yg bisa saya beli dan menganggap buruk. Saya tetap diam.
    Hingga akhrnya saya merasa makin sedih dan menganggap dia bukan kakak saya lagi ketika dia mulai membicarakan warisan orang tua dari kakek buyut yg memang memiliki tanah yg cukup banyak.
    Hal ini diluar pikiran saya, mengapa seorang kakak bisa berfikir bahwa saya adalah enemi yang mengancam dirinya jika suatu saat saya ikut mendapatkannya? Padahal dalam nalar saya tidak ada memikirkan hal itu dan ortu juga masih sehat dan masih ada saat ini.
    Sampai sekarang semua jadi makin buruk setelah saya memutuskan tidak menikah. Jujur dalam lubuk hati saya tidak ada niat untuk merebut atau mempermasahkan warisan tsb spt yg dia tuduhkan mengapa saya tidak menikah.
    Saya tidak tau entah sampai kapan akan seperti ini.
    Saya selalu berusaha mendekatkan diri dg dia tapi keangkuhannya membuat saya tidak tahan dan memilih menjauh.
    Hanya Tuhan yg tau.. niat apa yg ada dalam lubuk hati dia.
    Satu kata, saya rindu kakak saya dimasa saya kecil hingga mnginjak bangku kuliah.
    ������

    ReplyDelete
  5. Saya kangen sma kakak, tpi sekrang dia udh berubah semenjak kenal sma istrinya skrang ini, sma orang tua aj dia nggak peduli apa lagi sma adiknya,, rasanya benci marah kecewa tpi mau gmna lagi dia kakakku tpi dia nggak mau peduli lgi sma keluarga semakin jauh gara" si cewek itu!

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel