Belajar Makna dan Fungsi Kwangen Dalam Agama Hindu Bali

Belajar Makna dan Fungsi Kwangen Dalam Agama Hindu Bali

Selama ini Kwangen atau kewangen memang sudah sering digunakan sebagai sarana upacara khususnya bagi umat Hindu di wilayah Bali maupun umat Hindu di wilayah lainnya di Indonesia. Maka tak heran jika sarana upcara yang satu ini sering muncul dalam upacara agama Hindu di Indonesia. Namun ternyata masih banyak yang belum memahami secara jelas makna dan fungsi dari sarana upacara yang satu ini. Dalam artikel ini akan dijelaskan secara lebih jelas mengenai sarana upacara agama Hindu ini. 
Makna Kwangen berasal dari kata dasar wangi yang memperoleh imbuhan. Dimana kata ini identik bau yang sangat disukai dan dicintai dan mungkin dibutuhkan oleh manusia normal. Hal inilah yang menyebabkan sarana ini dijadikan sebagai simbol yang mewakili Tuhan dalam pikiran umat Hindu. Sehingga bisa disimpulkan bahwa kewangen merupakan simbol Tuhan serta disebut pula simbol huruf Ongkara atau huruf Bali atau simbol Tuhan dalam bentuk huruf. Tentunya kewangen ini mempunyai nama, bentuk serta simbol dari sarananya antara lain sebagai berikut. 
  1. Kojong
    Biasanya terbuat dari daun pisang lalu dibentuk sehingga akan membentuk kojong. Biasanya kojong tersebut saat ditekan hingga lempeh akan membentuk segi tiga sehingga kojong bisa disimbolkan sebagau angka tiga dalam huruf Bali atau hurf Ongkara Bali. 
  2. Pekir
    Dibuat menyerupai hiasan kepala pada tian jangger atau tarian para muda mudi Bali. Pekir ini dibuat dari daun janur dengan berbagai macam bentuk. Tetapi bentuk tersebut tergantung seni yang membuat. Pekir menjadi simbol Ulu Ardha Candra serta Nada atau tulisan huruf Bali. 
  3. Uang Kepeng
    Uang keping atau pipis bolong memang sering digunakan sebagai sarana. Tetapi jika tidak ada uang kepeng maka dapat memakai uang logam karena uang kepeng yang paling utama mempunyai bentuk bundar. Bentuk bundar ini merupakan simbol windu atau nol. Selain itu perlu ditekankan bahwa jangan memakai uang kertas yang diplintir karena bisa mengurangi makna dan artinya. 
  4. Porosan
    Porosan biasanya ditempatkan dalam kojong namun hampir tidak terlihat dari luar. Porosan ini yang paling terpenting yaitu terdiri atas tiga unsur yaitu daun sirih sebagai daun yang wajar dipakai serta mempunyai makna warna hijau yang menjadi simbol Dewa Wisnu serta huruf Bali yaitu Ungkara. Lalu buah sirih disisir sehingga bisa mewakili warna merah yang menjadi simbol dari Dewa Brahma. Kemudian usnur yang ketiga yaitu kapur sirih berwarna putih sebagai simbol Dewa Iswara atau Dewa Siwa. Ketiga unsur tersebut kemudian dijarit semat menggunakan menang menjadi satu yang artinya bagaikan uraian huruf A+U+M = AUM MENJADI ONG. 
Kewangan adalah sarana di dalam upacara yang dipakai untuk setiap upacara terutama ketika sembahyang serta sarana yang dianggap suci. Kewangen ini dianggap suci sebagai simbol Tuhan tapi diletakkan di mayat serta di caru. Hal ini sebabkan karena manusia berpijak pada definisi kewangen adalah simbol Tuhan sehingga Tuhan itu ada dimana-mana serta menyusup pada semua ciptaanNya. Hal itu menjadikan kewangan sering dipakai di dalam setiap upacara agama Hindu. 
Selain itu Kewangen biasanya dipakai ketika sembahyang umat Hindu dengan berbagai cara terutama posisinya. Biasanya ada uang kepeng yang diletakkan di muka tetapi ada juga yang menghadap ke kanan atau kekiri atapun ke belakang. Namun ada yang berpendapat bahwa uang kepeng memanglah menghadap ke belakang atau menghadap ke orang yang sembahyang. 
Itulah tadi penjelasan mengenai makna kwangen dan fungsinya yang bisa memberikan referensi bagi anda. Melalui penjelasan di atas kini anda bisa semakin memahami sarana upacara dalam agama Hindu di Bali yang pastinya mempunyai makna yang begitu penting. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Belajar Makna dan Fungsi Kwangen Dalam Agama Hindu Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel