Spot Mancing di Tukad Ubon Desa Beng, Gianyar

Spot Mancing di Tukad Ubon Desa Beng, Gianyar

Spot mancing di kawasan Desa Beng, Gianyar memang cukup tersedia di banyak lokasi, seperti Tukad Ubon, Tukad Kloncing, Tukad Panti. Namun, diantara ketiga tukad tersebut, spot memancing yang juga nyaman sambil menunggu jam mandi adalah Tukad Ubon.

Tukad Ubon berlokasi di Lingkungan Kaja Kangin, Desa Beng, Gianyar. Di Kawasan Tukad Ubon selain rimbunnya pepohonan di tepi sungai, sebelah timur dan sebelah barat ada juga DAM.

Hal itu yang membuat Tukad Ubon yang panjangnya sekitar 1,5 kilometer itu terlihat asri dan udaranya juga sejuk. Tak sampai di situ, Tukad Ubon ini juga menjadi tempat sarana upacara bagi subak Desa Tegal Tugu karena pusat air yang mengalir persawahan mereka ialah dari DAM yang berada di Tukad Ubon ini.

Kemudian, untuk yang hobi memancing, karena sepanjang barat sungai sudah ada tempat nyaman yang sudah di beton dengan rapi, bisa duduk santai di pinggir sungai sambil menunggu ikan memakan umpan yang dilempar ke tengah sungai.

“Dulu Tukad Ubon banyak dikunjungi masyarakat untuk mandi, mencuci, mencari air minum. Karena sudah jaman modern masyarakat sudah mau cara yang instan, tetapi ada juga beberapa orang yang masih mencari air untuk diminum di Tukad  Keloncing ataupun Tukad Panti.

Kakek saya hampir setiap hari ke Tukad Ubon untuk mencari kayu bakar ataupun sekedar mencari air minum ataupun memancing.

Biasanya setiap sore saja yang ramai. Semenjak hari raya Galungan hampir tiap hari ramai mulai pukul 3 sore sudah banyak orang yang datang. Mereka memancing untuk menghabiskan waktu untuk menunggu jam mandi.

Menurut warga setempat cukup melimpah ikan yang beraneka jenis di aliran Tukad Ubon, mulai ikan mujair, nila, nyalian,kaper, tawes, gabus dan banyak lagi.

“Umpannya pakai cacing dan lumut hijau. Saya pernah dapat ikan gabus yang sangat besar 3 ekor. Kalau ikan nyalian yang kecil-kecil sudah tidak bisa dihitung lagi. Kalau dapat banyak kita jual ke pasar di sebelah rumah.

Sementara Arta teman saya arta (27) pria asal Banjar Kelod Kauh, Desa Beng ini, menjelaskan dirinya datang ke Tukad Ubon bersama rekannya, sekedar memancing dan sambil berteduh karena dari cuaca yang super panas ini.

“Iya hanya nunggu sore saja sambil menunggu jam mandi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel