Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

3 Etika Menggunakan Toilet di Jepang

Bukan bahasa, imigrasi, atau cara naik kereta, tetapi etika menggunakan toilet di Jepang lah yang sering bikin turis asing kelimpungan. Saking modernnya toilet di Jepang, banyak turis asing yang bingung cara menggunakannya. Tetapi takutnya, apa yang kita lakukan bertolak belakang, dengan kebiasaan orang Jepang lagi.

Apalagi, kalau Anda dihadapkan pada satu toilet dengan seperangkat tombol yang tidak pernah dijumpai di Indonesia. Hmmm, rasanya kebelet pun langsung hilang seketika! Daripada dari pada bingung, baca dulu yuk 3 etika menggunakan toilet di Jepang berikut ini. Jangan sampai deh masyarakat lokal jadi bete karena tingkah kita yang nggak sesuai dengan kebiasaannya.


3 Etika Menggunakan Toilet di Jepang

1. Menyalakan Tombol Sound

Saat menggunakan toilet di tempat umum, terkadang ada rasa malu kalau aktivitas kita akan terdengar oleh pengguna di bilik lainnya. Maka diciptakan tombol sound pada toilet di Jepang. Kalau pengen meredam.suara yang ada di dalam bilik Anda, Anda tinggal menekan tombol “sound”.

Suara yang dihasilkan adalah suara tiruan dari air yang mengalir.


3 Etika Menggunakan Toilet di Jepang

2. Membuang Tisu Pada Tempatnya

Setelah menggunakan tisu, bagaimana cara membuangnya? Biasanya, kita akan membuangnya di tempat sampah. Jauh berbeda dengan di Jepang, Anda harus membuang tisu tersebut ke dalam toilet, lalu menekan tombol “flush” untuk melenyapkannya.

Tisu toilet ini memang terbuat dari bahan khusus, sehingga bisa terurai dengan air dalam waktu 100 detik. . . Jadi, jangan buang tisu ke tempat sampah ya. Namun, hati-hati dengan tisu yang Anda bawa dari Indonesia, ya. Mungkin saja tisu itu tidak bisa terurai dengan air.


3 Etika Menggunakan Toilet di Jepang

3. Memakai Slipper

Masyarakat Jepang mempunyai kebiasaan menggunakan slipper di dalam toilet. Anda harus menggunakannya ketika menggunakan toilet. Namun, jangan lupa untuk melepaskannya saat keluar dari toilet, ya. Slipper ini merupakan alas kaki khusus toilet, sehingga tidak boleh dipakai ke ruangan lainnya. Semua ini demi alasan kebersihan.

Orang Jepang menilai slipper ini adalah benda yang paling kotor. Jadi, jangan sampai deh mereka menangkap Anda dalam jalan-jalan di ruang tamu saat menggunakan.slipper toilet ini.

Inilah 3 etika menggunakan toilet di Jepang. Semoga tidak lagi bingung ya untuk menyesuaikan dengan adat masyarakat Jepang.

Senang dengan artikel ini? Silahkan bagikan dengan teman dan sobat travel Anda dengan cara menggunakan tombol sosial media share dibawah ini!

Post a Comment for "3 Etika Menggunakan Toilet di Jepang"