3 Fakta Menarik Tradisi Perang Air di Gianyar
Indonesia memiliki beragam budaya dan tradisi yang unik dan menarik untuk dibahas, salah satunya adalah tradisi perang air di Gianyar, Bali yang saat ini masih rutin dilakukan setiap tahun. Tradisi ini dilakukan setiap menyambut pergantian tahun dengan harapan agar terhindar dari segala hal-hal buruk.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, perang air ini disimbolkan sebagai bentuk penyucian diri. Tak hanya dilakukan setiap pergantian tahun dalam hitungan kalender Masehi, tradisi ini juga digelar pada saat tahun baru Saka dalam kalender Hindu Bali.
Sejarah Tradisi Perang Air di Gianyar
Tradisi yang sudah ada sejak tahun 2014 ini dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat warga desa adat setempat. Adapun lokasi untuk menggelar tradisi ini terletak sekitar 15 menit dari Istana Negara Tampaksiring. tepatnya di perempatan Jalan Desa Suwat, Gianyar, Bali.
Tujuan masyarakat menggelar tradisi perang air ini sebagai bentuk penghormatan terhadap peran air dalam kehidupan desa. Selain sebagai bentu tradisi lokal, tradisi ini juga dibentuk untuk meningkatkan minat daya tarik wisatawan luar untuk berkunjung ke desa Gianyar yang terkenal sejuk dan memiliki banyak bukit dan sawah hijau.
Uniknya, tradisi ini tak hanya sekedar perang air. Ada banyak festival yang biasanya di gelar. Dan puncaknya, terdapat mendak tirta dan perang air agar terhindar dari berbagai energi buruk yang akan datang di tahun baru. Jika dilihat melalui siat yeh, tradisi ini dilakukan dengan cara mengambil dan saling menyiramkan air ke tubuh.
Perang air Gianyar akan dilakukan di perempatan jalan desa. Di mana semua warga desa akan saling bertemu dari empat penjuru mata angin di kawasan catus pata. Dan nantinya pihak panitia akan menyiapkan berbagai alat, salah satu alat wajib yang digunakan adalah gayung warna-warni.
3 Fakta Unik Tradisi Perang Air di Gianyar
Setelah membahas mengenai sejarah tradisi perang air di Gianyar, berikut beberapa fakta unik mengenai tradisi masyarakat Bali yang patut kita ketahui.
1. Ritual Diawali Persembahyangan
Sebelum perang air dimulai, masyarakat setempat akan melakukan persembahyangan terlebih dahulu yang dipimpin oleh Pemangku Pura Kayangan da beberapa pihak Pemangku lainnya selama 30 menit. Setelah melakukan ritual persembahyangan, tradisi dilanjut dengan suguhan tarian dari muda-mudi setempat selama 15 menit. Setelah itu barulah masyarakat berkumpul sambil memegang gayung warna-warni di tangan masing-masing.
Dalam aba-aba pihak panitia, air akan disiram ke orang yang berada di dekatnya. Saat itulah puncak acara perang air terjadi karena seluruh warga terlibat dalam kegiatan ini. Bahkan setiap ritual berlangsung, terdapat beberapa mobil Damkar desa Gianyar yang turut menyemprot air ke lokasi ritual.
2. Menggunakan Air Suci
Hal menarik dari tradisi tradisi perang air di Gianyar adalah menggunakan air suci. Selama ritual perng air beralngsung, air yang digunakan diambil daru Tukad Melanggih yang ada di bawah Pura Dalem sebelah Tenggara Desa Suwat. Melanggih sendiri diambil dari kata Mela yang artinya baik dan Langgih bisa dipakai.
Konon katanya, air dari Tukad Melanggih ini kerap digunakan oleh pihak Kerajaan Gianyar untuk melakukan berbagai ritual karena airnya bersih dan sangat sejuk. Bahkan masyarakat setempat kerap menggunakan air ini untuk konsumsi dan kegiatan sehari-hari.
3. Tersemat Doa dan Harapan
Selain meminta agar terhindar dari hal-hal buruk di tahun yang akan datang. Ritual perang air ini juga diisi dengan banyak sekali doa dan harapan dari masyarakat. Diselipkan juga doa kepada alam Bali dan Indonesia agar dapat menjadi lebih baik lagi.
Selain itu masyarakat setempat berharap agar siapapun dapat lebih peduli dengan alam. Dimulai dari hal-ha kecil untuk memperbaiki keseimbangan alam agar tidak terjadi bencana.
Selain itu tradisi ini juga dilakukan dengan harapan mengusung hal baru di tahun baru dengan nilai-nilai positif. Dan diharapkan juga agar setiap manusia lwbih baik dan positif di tengah hingar-bingarnya duniawi saat ini.
Itulah tadi informasi mengenai sejarah dan fakta unik tradisi perang air di Gianyar, Bali. Ritual ini terbuka untuk daerah-daerah dari luar Bali, jika tertarik Anda bisa mengikutinya.
