Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dewasa Ayu Nganten, Hari Baik Pawiwahan Berdasarkan Wuku, Sasih, dan Penanggal

 

Dewasa Ayu Nganten, Hari Baik Pawiwahan Berdasarkan  Wuku, Sasih, dan Penangga

Dewasa Ayu Nganten atau Hari baik Pawiwahan (Upacara Pernikahan Hindu Bali) dimana dalam melakukan ritual/Pawiwahan ini selalu menggunakan dewasa ayu (hari baik). 

Pernikahan Hindu Bali selalu mempertimbangkan dan menggunakan pedoman Dewasa Ayu Nganten (Nikah Adat Bali) adalah Wuku, Sasih, Penganggal/Pangelong, Ingkel, jejepan, Triwara, Tika (kala temah dan kala kingkingan). Untuk pati paten, kala Tampak, kala Mertyu, Naga Naut, Sampar Wangke dan Geni Agung, masih diabaikan, sehubungan dengan proses perumusan.

Dewasa Ayu Nganten, Hari Baik Pawiwahan Berdasarkan  Wuku, Sasih, dan Penanggal;

Wuku

Berdasarkan Wuku, ada 3 (tiga) kelompok wuku yang dihindari dalam memilih dewasa ayu nganten, diantaranya:

  • Rangda Tiga, yang artinya Cerai dan menjanda/menduda hingga tiga kali.
  • Carik walangati, carik yang bermakna selesai, masalah keluarga akibat pihak ketiga, fitnah, dan/atau tidak memiliki anak/keturunan.
  • Tanpa Guru, yang artinya anak/keturunan sering menentang orang tua, seperti tidak memiliki orang tua (guru).
  • Uncal Balung, yang artinya keluarga yang dibangun bersama (suami-istri dan keturunannya) menemui sengsara, seperti halnya tulang yang dihancurkan.

Pada WUKU diatas, itu hanya wuku-wuku yang HALA (berdampak buruk).

Sasih

Sasih yang baik untuk melaksanakan upacara perkawinan:

  • Sasih Katiga (bulan ke-3), banyak anak/keturunan
  • Sasih Kapat (bulan ke-4), banyak harta dan sahabat
  • Sasih Kalima (bulan ke-5), banyak rejeki
  • Sasih Kapitu (bulan ke-7), mendapatkan keselamatan
  • Sasih Kadasa (bulan ke-10), hidup rukun bahagia

Sedangkan, Sasih yang dihindari diantaranya:

  • Sasih Kasa (bulan ke-1), anak/keturunan sengsara
  • Sasih Karo (bulan ke-2), miskin
  • Sasih Kaenem (bulan ke-6), tiada pasangan, janda/duda
  • Sasih Kawulu (bulan ke-8), miskin
  • Sasih Kasanga (bulan ke-9), sengsara, lara-pati
  • Sasih Jyesta (bulan ke-11), mendapatkan malu
  • Sasih Sadha (bulan ke-12), kesakitan, sengsara

Penganggal/Pangelong

Penanggal yang baik untuk melaksanakan upacara perkawinan:

  • Penanggal 1, Selamat sentosa
  • Penanggal 2, disayang sanak keluarga
  • Penanggal 3, banyak anak
  • Penanggal 5, selamat sentosa
  • Penanggal 7, hidup bahagia
  • Penanggal 10, kaya dan disegani
  • Penanggal 13, hidup senang

Penanggal yang dihindari:

  • Penanggal 4, janda/duda
  • Penanggal 6, susah dan sengsara
  • Penanggal 8, sering mendapatkan halangan
  • Penanggal 11, kesulitan, sulit mendapatkan kaselamatan
  • Penanggal 12, hidup sengsara
  • Penanggal 14, bertengkar, cerai
  • Penanggal 15, hidup sengsara

Itulah Dewasa Ayu Nganten dari Wuku, Sasih dan Penanggal yang Baik. Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Dewasa Ayu Nganten, Hari Baik Pawiwahan Berdasarkan Wuku, Sasih, dan Penanggal"