Banyak Copet Dan Jambret di Eropa

Banyak Copet Dan Jambret di Eropa

Saya jadi ingat beberapa bulan lalu teman saya bercerita mengakhiri liburan di Eropa dengan air mata karena koper mereka berikut isinya (dokumen² penting dan barang-barang bermerek) yang ada di dalam bus, hilang tak berbekas karena bus di satroni oleh penjahat.

Cerita tour leader lebih seru lagi. Cerita-cerita tentang aksi pencopetan beragam. Tour leader ini meminta anggota grup untuk selalu berjalan beriringan. Penjahat di Eropa cenderung nekat. Sasaran mereka pada umumnya turis-turis Asia, terutama turis dari China, yang jumlahnya terus meningkat.

Pemerintah China bahkan secara resmi memprotes Pemerintah Perancis setelah berulang kali terjadi kejahatan yang menimpa turis asal China. Turis Indonesia juga pernah jadi korban serupa.

Berdasarkan cerita tour leader, serombongan turis Indonesia menginap di sebiah hotel di Paris, Perancis. Bus berikut koper dan barang-barang berharga diparkir tak jauh dari Menara Eiffel. Bus itu dirampok dan semua isinya dibawa lari. Cerita lainnya yang tak kalah menyeramkan adalah seorang tour leader jadi korban suntikan obat bius.

Beruntunglah, anggota grup yang berjalan di belakang, segera menolongnya. Sang tour leader baru bisa sadarkan diri esok harinya. Aksi kejahatan di Eropa ini terkait dengan krisis ekonomi yang melanda hampir seluruh wilayah Eropa. Jumlah penganggur makin banyak.

Cara mudah mendapatkan uang bagi mereka tampaknya mengincar turis-turis asing yang datang ke negeri mereka. Singkat kata, bagi kalian yang ingin berlibur ke Eropa, ingatlah untuk selalu waspada dan hati-hati.


Simpanlah uang, paspor, dan dokumen penting lainnya di tempat paling aman. Kalau perlu di balik pakaian dalam Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel