8 Wisata Desa Tradisional Bali yang Unik

8 Wisata Desa Tradisional Bali yang Unik

Berbagai macam tempat wisata Desa tradisional bali yang bisa anda kunjungi saat liburan. Dan khusus masyarakat desa sangat menjunjung tinggi adat serta budaya.
Mungkin kita sedikit mengesampingkan mengenai wisata pantai atau gunung dan wisata lainnya. Ketika manusia memiliki kehidupan yang semakin modern serta perkembangan dalam peradapan, penduduk yang bermukim di desa seolah-olah tidak begitu berpengaruh terhadap pola hidup.
Desa tradisional Bali adalah salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi. Bali memiliki area desa yang indah serta masyarakat Bali yang masih sangat menjunjung tinggi adat dan budaya. Berbagai macam tempat di desanya terbilang cukup unik.
Berikut 8 Desa tradisional Bali yang Unik
1. Desa Penglipuran
Desa Penglipuran merupakan desa tradisional Bali dan sangat terlihat disini mengenai budaya pengelompokan dari tata ruangnya.  Rumah penduduk terdapat pura Desa yang disebut pura Penataran yang terletak Di bagian utara dan letaknya lebih tinggi.
Zona tempat penduduk dibagian tengah desa yang letaknya di bawah pura Pada saat ini desa tersebut telah dihuni oleh 226 kepala keluarga. penduduk desa tersebut berprofesi sebagai petani, pengerajin anyaman bambu dan berternak adalah bagian dari pekerjaan mereka sehari-hari untuk mencari nafkah.
Tidak semua lahan di desa digunakan sebagai rumah penduduk dan luas dari area desa sekitar 112 hektar. Tanpa ijin dari tokoh masyarakat setempat, anda tidak boleh Menebang pohon bambu di desa ini.
Penduduk desa Penglipuran juga memiliki budaya dan juga tradisi untuk menghormati wanita. Selain itu, mereka juga memiliki budaya menghormati alam.
Didalam desa tersebut memiliki aturan yaitu dilarang poligami bagi pria. Hukuman yang didapat adalah akan dikucilkan jika ketahuan melakukan poligami.
Untuk pencurian, Desa ini juga memiliki budaya hukuman. Bagi yang kedapatan mencuri, akan mendapatkan hukuman dan harus mengelurkan lima ekor ayam untuk memberikan sesajen yang berbeda di 4 pura leluhur mereka dan dengan warna bulu ayam yang berbeda pula. Tentunya akan membuat efek malu bagi pencuri tersebut. Dan semua penduduk desa akan mengetahui siapa yang mencuri.
Setra atau kuburan sebutan untuk Zona yang terakhir atau yang ketiga. Bagi penduduk desa Penglipuran tidak mengenal upacara dalam pembakaran mayat walaupun penduduk desa Penglipuran memeluk agama Hindu. Ketika ada yang meninggal, mayatnya langsung dikubur.
Loloh cemceman adalah minuman khas untuk penduduk desa Penglipuran. Bahan dasarnya adalah perasan dari daun cemceman. Jadi, minuman ini memiliki rasa seperti air tape dan memiliki warna hijau.
2. Desa Trunyan
Desa trunyan adalah salah satu desa tradisional Bali yang disebut dengan desa turistik yang cukup terkenal di Bali. Desa ini tidak jauh dari Danau Batur dan terletak di daerah Kintamani. Untuk sampai didesa ini, perlu menyeberangi Danau. Dengan popularitasnya yang tinggi, akses mencapai desa ini terbilang cukup mudah.
Sehingga anda pun tidak perlu untuk bertanya pada masyarkat sekitar. Desa ini cukup unik dan ketika anda sampai di desa ini, anda akan melihat begitu banyak jenazah yang hanya di letakkan tanpa di kubur di bawah pepohonan. Dan lebih uniknya tidak berbau.
Pohon kemenyan yang mengeluarkan wewangian menjadikan aroma sedap terasa dan pohon yang menjadi atap jenazah ini. Selain itu, ada keunikan yang lainnya yaitu anda akan melihat peninggalan masyarakat adat tertua di Bali, Bali Aga.
Jadi apapbil anda tertarik dengan sejarah masyarakat desa ini, anda bisa mengunjungi desa Trunyan ini.
3. Desa Tenganan
Jangan lupa untuk berkunjung ke Desa Tenganan di Karangasem apabila anda sedang berwisata ke daerah timur Bali. Dari kalangan wisatawan keindahan daerah Bali Timur memang sudah sangat terkenal. Demikian juga dengan keindahan Desa Tenganan. Banyaknya lahan hijau yang masih asri dan tertata rapi menjadikan Keindahan tersebut  sangat terlihat.
Faktanya, untuk desa ini memiliki peraturan yaitu di larang penebangan pohon sembarangan. di berbagai wilayah, Anda akan melihat banyak hutan-hutan kecil masih utuh tanpa dirusak manusia. mata pencaharian masyarakat Desa Tenganan adalah membuat kain tenun gringsing.
4. Desa Teges
Desa Teges tepatnya berada di daerah Peliatan, 22 kilometer dari Denpasar dan masih berada di sekitar area Gianyar. Desa Teges adalah tujuan yang paling tepat untuk memuaskan hobi anda apabila anda pecinta seni pahat, atau ingin belajar memahat. Membuat patung baik dari kayu maupun batu merupakan mata pencaharian masyarakat Desa Teges.
Anda akan melihat hasil karya mereka ketika mengunjungi desa ini dan melihat sepanjang rumah warga pasti memiliki alat-alat pahat. Caranya pun cukup unik dalam membuat Kerajinan patung tersebut. Kerajinan tersebut telah diwariskan oleh nenek moyang mereka dengan cara tradisional.
Walaupun alat yang digunakan terlihat tradisional bukan berarti hasilnya tidak bagus. Bahkan hasil karya merka justru sangat berkulitas tinggi. Jika anda berkunjung, anda dapat belajar mematung dan tentunya dengan izin warga setempat.
5. Desa Sidetapa
Desa Sidetapa berada di Utara, Desa ini mungkin jarang kita dengar. Untuk mengunjunginya membutuhkan waktu 30 menit dari Pantai Lovina, dan tepatnya di wilayah Sririt, Banjar, Desa Sidetapa  dan termasuk salah satu desa yang cukup tua.
Ketika anda melihat bentuk rumah yang berjajar di sepanjang jalan menjadikan sisi menarik dari Desa Sidetapa. Setiap rumah dibangun berbentuk persegi panjang dimana terbagi menjadi tiga bagian yang telah disekat dengan tembok kayu atau memiliki pintu kayu.
Selain itu, mengusir roh hajat adalah bagian keunikan yang terdapat pada pengadaan ritual suci tersebut. Acara adat Desa Sidetapa ini digelar setiap tiga tahun sekali, dan anda dapat menyaksikannya. Selain itu, untuk memperingati berdirinya candi utama, Ritual Suci yang bernama Briyang Agung tersebut biasanya juga dirayakan.
6. Desa Sembiran
Desa Sembiran berada di kecamatan Tejakula, Kab Buleleng. Adat istiadat yang berlaku di desa ini masih tetap dipertahankan oleh penduduk setempat. Beberapa perabotan kuno yang berumur ratusan ribu tahun akan anda jumpai di desa tradisional Bali ini. Beberapa perabotan tersebut seperti batu kecil yang berfungsi untuk mengiris, batu berbetuk kapak, batu yang berwujud setrika, alat pemotong dari batu, dll.
Selain itu, Desa Sembiran telah ditemukan sekitar 10 lembar parasati perunggu dan telah terbagi menjadi 6 golongan. Pada masa lalu raja atau ratu membuat parasasti-parasasti tersebut berisi tentang peraturan-peraturan yang telah dibuatnya. Dan peraturan tersebut berlaku untuk beberapa wilayah seperti Desa Julah dan Desa Sembiran.
7. Desa Batubulan
Mungkin bagi masyarakat, desa tradisional Bali ini tidak lagi asing. Bagi wisatawan yang ingin melihat pertunjukaan tari tradisional khas Bali, Desa Batubulan memang menjadi salah satu tempat wisata di Bali yang sering dukunjungi. Tari Barong, Legong dan Kecak adalah tarian yang sering ditampilkan.
Wisatawan pun dapat berbelanja oleh-oleh disini karena desa ini memiliki aneka kerajinan seni yang menarik perhatian. Dan kawasan inipun tidak pernah sepi dari pengunjung. Kesenian ukiran dan dan kesenian patung yang sering dijual di toko-toko souvenir Batubulan. Lokasi ini akan menjadi alternative tempat anda berbelanja kerajinan seni.
8. Desa Celuk
Desa celuk merupakan salah satu wisata desa tradisional Bali yang memiliki kerajinan perak. Lokasi ini sangat cocok bagi anda yang menggemari kerajinan dari perak. Anda bisa mengunjungi desa ini karena sudah resmi menjadi desa wisata.
Desa celuk merupakan produsen besar karya seni dengan kerajinan perak. Bagi pengunjung bisa melihat langsung proses dalam pembuatan karya seni tersebut. Mengenai kerajinan perak, anda bisa membelinya di toko-toko souvenir.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel