Beratnya Pengorbanan Ibu Saat Melahirkan Takkan Bisa Dibalas dengan Apapun

Beratnya Pengorbanan Ibu Saat Melahirkan Takkan Bisa Dibalas dengan Apapun

Apakah ada sosok pahlawan yang begitu berarti dalam hidupmu? Atau mungkin kamu adalah pahlawan itu sendiri? Sosok pahlawan sering digambarkan sebagai seseorang yang rela berkorban. 

Mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri. Seperti kisah sahabat Prempuan Bali yang bisa menjadi inspirasi dalam Hidupmu ini. Seorang pahlawan bisa berasal dari siapa saja yang membuat pengorbanan besar dalam hidupnya.

Kata perjuangan secara substansial melekat pada diri seorang Mama. Sebuah panggilan yang paling mengagumkan untuk seseorang yang telah berjuang melahirkan generasi-generasi emas bangsa. Mama. Perjuangannya telah digaungkan sejak zaman kesaksian. Tanpa keraguan, Mama terus berjuang tanpa mengharap pamrih dan perjuangan itu dimulai.

Mama, begitu aku memanggilnya. Kisah ini kudengar ketika aku beranjak umur 14 tahun. Mama berjuang melahirkan seorang anak yang didiagnosis menderita prematur. Dengan berbagai risiko di depan mata, Mama tanpa ragu untuk melakukannya. Mama rela menderita sakitnya caesar dan juga mengorbankan hidupnya demi kehidupan sang buah hati pertama. Tidak ada rasa keraguan di dalam benak Mama. 

Mama terus berjuang dan Tuhan berkehendak untuk menyelamatkan kehidupan Mama dan anak pertamanya.
Perjuangan tersebut belum berhenti. Setelah tiga tahun berselang, Mama harus berjuang kembali untuk kelahiran sang buah hati kedua yang didiagnosis menderita penyakit kardiomiopati (penyakit yang berhubungan dengan miokardium atau otot jantung di mana terdapat kelainan pada otot jantung secara struktur dan fungsi tanpa adanya penyakit jantung koroner, hipertensi, atau kelainan katup jantung).

Mama tidak pernah ragu dalam benaknya. Mama tidak memikirkan risiko yang menanti, termasuk kematian. Mama selalu yakin putranya kelak menjadi generasi unggul bangsa. Tuhan berkehendak untuk menyelamatkan Mama dan anaknya untuk kedua kalinya.

Derap perjuangan masih berlanjut. Mama masih harus berjuang melahirkan putra ketiganya setelah tiga tahun berlalu dari anak kedua. Tuhan memberkahi putra ketiga dengan tidak ada masalah selama proses kehamilan sampai melahirkan. Mama tidak perlu merasakan kesusahan seperti sebelumnya. Dengan izin Tuhan, Mama dapat melahirkan putra ketiga dengan aman.

Perjuangan seorang Mama bukan hanya sebatas melahirkan saja. Mama sadar anak-anaknya adalah generasi-generasi emas bangsa yang harus dibina dan dirawat. Mama bekerja siang dan malam untuk memenuhi segala persiapan menyongsong masa depan anak-anaknya. Siang hari, Mama bekerja menghidupi kehidupan finansial keluarga. Mama banting tulang demi menyekolahkan anak-anaknya di tempat yang layak dan berkualitas. Malam hari, Mama juga bekerja untuk mengajari moral dan nasihat kepada anak-anaknya. Alhasil, anak-anaknya sukses menempati sekolah layak dan berkualitas.

Derap perjuangan terus mengalir dari seorang Mama untuk anak-anaknya. Terkadang, Mama harus mengatur waktunya seefisien mungkin untuk membagi kehidupan di luar rumah dan di dalam rumah. Selain itu, memberikan waktu untuk anak-anaknya adalah prioritas utama. Mama menjaga agar kestabilan emosi anak-anaknya terpenuhi. Selama ini, mungkin anak-anaknya tidak pernah tau jika Mamanya terkena masalah, dimarahi atasan, dan bahkan ditelantarkan dari kerjanya. Mama tidak pernah mau anak-anaknya terlibat dalam masalah pelik. Mama terus tersenyum di depan anak-anaknya selagi menyembunyikan perihnya penderitaan masalah.

Mama yang kutahu, Mama yang kuat. Mama yang tidak pernah mengeluh dalam perjuangannya hingga saat ini. Mama yang selalu mengutamakan keberhasilan anak-anaknya dibandingkan keberhasilan dirinya sendiri. Mama yang selalu memotivasi anak-anaknya sekaligus menasihati. Mama, terima kasih atas perjuangannya. Kini putra pertamamu berhasil menjadi orang ternama di Institut Teknologi Bandung. Putra keduamu berhasil menjadi orang berpengaruh di Universitas Diponegoro, dan putra ketigamu berhasil menorehkan berbagai prestasi di masa SMA-nya. Terima kasih untuk Mamaku tercinta. Mamaku, pahlawanku.

Derap perjuanganmu telah kami dengar dan lihat. Sungguh, tiada orang yang melebihi perjuangan Mama, kami yakin. Atas segalnya, kami bersyukur memiliki Mama yang tiada pernah mengabaikan lagi mencela atas segala tindakan kami. Segala puji bagi Tuhan, kami kini lebih kuat menghadapi segala hinaan dan cacian berkat nasihat-nasihat dari Mama. Maha Besar Tuhan, kami tiada mampu melakukan hal besar tanpa ajaran dan didikan Mama dahulu.

Kini, Mamaku telah berusia lanjut. Kami, anak-anak dari seorang Mama Tua hebat, siap melanjutkan estafet kepemimpinan sebagaimana yang diharapkan oleh Mama kami. Kami siap mengemban amanah untuk memegang bangsa ini tahun 2030.
Perjuangan Mamaku tidak akan pernah kami lupakan dan khianati. Mama, seseorang yang selalu terselip dalam doa kami. Terima kasih untuk Mamaku tercinta. Mamaku, inspirasiku.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel