Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Segara Tanah Lot, Angin Ngelinus dan Hujan Sambut Ida Betara Luhur Batu Karu


Segara Tanah Lot, Angin Ngelinus dan Hujan Sambut Ida Betara Luhur Batu Karu

Sugra Ratu Sesuhunan Batu Karu, Panjak Ida driki. Setelah menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki kurang lebih 45 Kilometer dari Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu ( 29 Januari 2020).

Akhirnya iring iringan ribuan umat Hindu yang ikut dalam upacara melasti Ida Bethara Luhur Batukau dalam rangka Karya Agung Pengurip Gumi tiba di segara Pura Luhur Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis ( 30 Januari 2020).

Yang menarik sebelum Ida Bethara Luhur Batukau tiba di segara Pura Luhur Tanah Lot sekitar pukul 15.30 Wita tiba tiba angin ngelius terjadi di tengah laut tepatnya di sebelah barat Pura Luhur Tanah Lot. Angin tersebut berputar keatas sangat jelas terlihat ketika air laut ikut memucrat keatas diputar oleh sang angin. Kejadian yang berlangsung sekitar empat menit itu membuat pemedek dan pengiring bangun dari tempat duduk menyaksikan penomena alam tersebut.

Perlahan angin tersebut mengarah ke timur lalu menghilang. Tak berselang lama iring iringan Ida Bethara Pura Luhur Batukau tiba di segara Pura Luhur Tanah Lot. Selain disambut kerauhan dari pemedek, kedatangan Ida Bethara Luhur Baktukau juga disambut rintik rintik hujan. Semakin lama hujan semakin deras dan lebat.

Meskipun hujan lebat tidak menyurutkan pemedek mengiringi Ida Bethara Pura Luhur Batukau. Ni Wayan Ani (38) Salah satu warga Abiantuwung, Kediri rela basah kuyup menyaksikan kedatangan Ida Bhatara Pura Luhur Batukau. “Biasanya saja kena hujan sedikit, langsung puruh (sakit kepala ).

Sekarang demi Ida Bhatara Pura Luhur Batukau saya siap basah kuyup hujan hujanan,” jelasnya. Ia pun berharap ngiring Ida Bethara Batukau ke segara Tanah Lot bisa menyembuhkan penyakitnya. “Saya berdoa dan berharap sakit yang saya derita ini sembuh. Saya memohon kepada sesuhunan Ida Bethara Pura Luhur Batukau, agar saya sembuh,” jelasnya. Setelah semua iring iringan Bethara Pura Luhur Batukau tiba kemudian dimulai rangkaian upacara.

Mulai dari Melabuh Gentuh, Padudusan Agung, Mapekelem, dan munggah ke Pura Luhur Tanah Lot. Sekitar pukul 20.30 prosesi upacara di Pura Luhur Tanah Lot selesai dan iring iringan Ida Bethara Luhur Batukau kembali ke Pura Luhur Batukau melintasi jalur yang sama saat berangkat sepanjang kurang lebih 45 Kilometer.

Sumber: Balitopnews.com 

Post a Comment for "Segara Tanah Lot, Angin Ngelinus dan Hujan Sambut Ida Betara Luhur Batu Karu"