Tradisi main ayun-ayunan di Desa Tenganan

Tradisi main ayun-ayunan di Desa Tenganan

Siapa sih yang gak kenal Desa Tenganan? Desa asli Bali ini selain terkenal dengan produk-produk kain gringsing yang penuh dengan sejarah itu, Desa Tenganan juga mempunyai kebudayaan unik yaitu ayunan bianglala.

Desa Tenganan merupakan salah satu desa asli Bali selain Desa Songan, Desa Trunyan, dan Desa Sembiran. Masyarakat desa ini sampai saat ini masih memegang teguh adat istiadat dan kebudayaan leluhur mereka.

Menurut versi catatan sejarah nama Tenganan yang berasal dari kata “Nga Tengahan” yang mempunyai arti “bergerak ke bagian yang lebih dalam”. Kata tersebut berhubungan dengan pergerakan masyarakat desa dari pesisir pantai ke daerah pemukiman di tengah perbukitan, yaitu Bukit Kauh (Bukit Barat), Bukit Kangin (Bukit Timur).

Tradisi di Desa Tenganan yang masih lestari hingga saat ini adalah main ayun-ayunan.

Tradisi main ayun-ayunan di Desa Tenganan pegringsingan yang hanya dinaiki oleh para daha (perempuan) dan diputar oleh para truan (laki-laki) ini,. Ayunan ini hanya ada setiap Bulan kelima yang disebut Sasih Sambah dan selama satu bulan berlangsung nya upacara-upacara besar seperti pegringsingan  yang ada di Desa Tenganan ini.

Upacara pegringsingan tersebut biasanya jatuh pada Bulan Juni-Juli, dan saat upacara tiba Desa Tenganan akan dipadati dengan wisatawan lokal maupun asing. Jika anda ingin melihat pertunjukan ayunan ini jangan sampai lupa membawa kamera anda ya!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tradisi main ayun-ayunan di Desa Tenganan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel